Assalamu'alaykum…
"Hidup Mulia atau Mati Syahid" sebuah ungkapan yang mungkin sering kita dengar… bahkan sebagian sahabat kita menuliskan kalimat 'itu' dalam Motto mereka. Apakah kamu termasuk salah satunya? Kalau jawabnya Ya. Silakan meneruskan membaca tulisan ini.
Saudaraku, ungkapan ini sangat indah didengar (menurutku gitu). Menunjukkan kekeraskepalaan kita untuk tetap eksis di dunia di hadapan pencipta segala asa. Itulah manusia, semangat dan selalu semangat (seharusnya) untuk mendapatkan yang terbaik. Bukan berarti orang yang keras kepala itu jelek. Tapi kadang itu juga diperlukan sebagai penegas akan pendirian seserang. Maksudnya? Maksudku kalau kamu mempunyai sebuah idealisme dan idealisme itu kamu anggap benar. Maka pertahankanlah idealisme itu. Tapi ketika kau sudah merasa itu ada sebuah kesalahan, maka cepat cepatlah kau mengoreksi idealismemu. Apakah itu sudah sesuai dengan Qur'an dan Sunnah apa belom… masih belum dong?(waduh, aku puny aide tapi nggak bisa ngeFlorkan yo kaya' gini. Afwan ya…)
Saudaraku, aku punya tandingan ungkapan dari ungkapan "Hidup Mulia atau Mati Syahid". Kalau menurutku, emang bener sih itu bagus… (apalagi kalau dalam keadaan perang). Dan kita memang harus tetap hidup mulia di dunia ini, dengan membela dienul islam ini tentunya. Kita harus berperang habis-habisan (ketika dalam keadaan perang) sampai kemenangan berada di tangan kita. So kita nggak menyerah ditengah jalan… karena hanya kebahagiaan yang ada di hadapan kita… hidup mulia atau Mati syahid… apakah kamu nggak ingin mati syahid?
Saudaraku, tapi aku punya ungkapan yang lebih keren dari itu!! Apakah itu??
"Hidup Mulia DAN Mati Syahid!!" ya, hidup mulia dan mati syahid. Ungkapan ini lebih menekankan kita untuk tetap berjuang. Sukses untuk hidup mulia dan matinya-pun syahid…
aku hanya sedikit berfikiran ala matematik. Kalau penghubungnya "atau", salah satu terpenuhi itu sudah dianggap benar. Artinya jika kita hidup mulia, belum tentu kita nanti mati syahid!! Tul nggak?? Ketika kita selesai berperang di jalan Allah, masih ada kesempatan kita untuk terjerumus ke dalam lembah dosa dan masih memungkinkan mati tidak dalam keadaan syahid. Berbeda dengan ungkapan "Hidup Mulia dan Mati Syahid", disini lebih ditekankan agar kita menggapai kedua duanya (karena pnghubungnya "dan"). Yaitu kehidupan mulia di dunia dan matinya pun mati syahid setelahnya. Karena penghubung "dan" hanya akan dianggap benar jika kedua duanya benar…
Jadi, Apa pilihanmu sekarang? Masih tetap "hidup mulia atau mati syahid!" ataukah "Hidup Mulia dan Mati Syahid!" itu terserah pada diri dan pemahamanmu. Allahlah yang Maha tau, Allahlah yang menggenggam segala cita. Karena itu, sandarkan semua cita padaNya…
WaAllahu a'lam bisshowab…
"Hidup Mulia atau Mati Syahid" sebuah ungkapan yang mungkin sering kita dengar… bahkan sebagian sahabat kita menuliskan kalimat 'itu' dalam Motto mereka. Apakah kamu termasuk salah satunya? Kalau jawabnya Ya. Silakan meneruskan membaca tulisan ini.
Saudaraku, ungkapan ini sangat indah didengar (menurutku gitu). Menunjukkan kekeraskepalaan kita untuk tetap eksis di dunia di hadapan pencipta segala asa. Itulah manusia, semangat dan selalu semangat (seharusnya) untuk mendapatkan yang terbaik. Bukan berarti orang yang keras kepala itu jelek. Tapi kadang itu juga diperlukan sebagai penegas akan pendirian seserang. Maksudnya? Maksudku kalau kamu mempunyai sebuah idealisme dan idealisme itu kamu anggap benar. Maka pertahankanlah idealisme itu. Tapi ketika kau sudah merasa itu ada sebuah kesalahan, maka cepat cepatlah kau mengoreksi idealismemu. Apakah itu sudah sesuai dengan Qur'an dan Sunnah apa belom… masih belum dong?(waduh, aku puny aide tapi nggak bisa ngeFlorkan yo kaya' gini. Afwan ya…)
Saudaraku, aku punya tandingan ungkapan dari ungkapan "Hidup Mulia atau Mati Syahid". Kalau menurutku, emang bener sih itu bagus… (apalagi kalau dalam keadaan perang). Dan kita memang harus tetap hidup mulia di dunia ini, dengan membela dienul islam ini tentunya. Kita harus berperang habis-habisan (ketika dalam keadaan perang) sampai kemenangan berada di tangan kita. So kita nggak menyerah ditengah jalan… karena hanya kebahagiaan yang ada di hadapan kita… hidup mulia atau Mati syahid… apakah kamu nggak ingin mati syahid?
Saudaraku, tapi aku punya ungkapan yang lebih keren dari itu!! Apakah itu??
"Hidup Mulia DAN Mati Syahid!!" ya, hidup mulia dan mati syahid. Ungkapan ini lebih menekankan kita untuk tetap berjuang. Sukses untuk hidup mulia dan matinya-pun syahid…
aku hanya sedikit berfikiran ala matematik. Kalau penghubungnya "atau", salah satu terpenuhi itu sudah dianggap benar. Artinya jika kita hidup mulia, belum tentu kita nanti mati syahid!! Tul nggak?? Ketika kita selesai berperang di jalan Allah, masih ada kesempatan kita untuk terjerumus ke dalam lembah dosa dan masih memungkinkan mati tidak dalam keadaan syahid. Berbeda dengan ungkapan "Hidup Mulia dan Mati Syahid", disini lebih ditekankan agar kita menggapai kedua duanya (karena pnghubungnya "dan"). Yaitu kehidupan mulia di dunia dan matinya pun mati syahid setelahnya. Karena penghubung "dan" hanya akan dianggap benar jika kedua duanya benar…
Jadi, Apa pilihanmu sekarang? Masih tetap "hidup mulia atau mati syahid!" ataukah "Hidup Mulia dan Mati Syahid!" itu terserah pada diri dan pemahamanmu. Allahlah yang Maha tau, Allahlah yang menggenggam segala cita. Karena itu, sandarkan semua cita padaNya…
WaAllahu a'lam bisshowab…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar